Bacok Korban dengan Sajam dan Hadang Polisi, 13 remaja di Tangkap

Aradio – Sebanyak 13 remaja yang berstatus siswa yang masih duduk di bangku Sekolah Tingkat Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) menghadang anggota polisi berpakaian preman yang lewat didepan mereka dengan menggunakan senjata tajam setelah membacok seorang korban di Lhokseumawe, Ahad (29/1) dini hari.

Menurut informasi polisi itu sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara, hingga membuat para remaja yang memegang senjata tajam ditangannya langsung kabur. Namun, dengan sigap polisi itu menghubungi rekan-rekannya sehingga dilakukan pengejaran.

Akhirnya, belasan remaja itu berhasil ditangkap di belakang Kantor PLN Lancang Garam, Gampong Lancang Garam Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe terduga pelaku pembacokan oleh Unit Opsnal Satintelkam Polres Lhokseumawe, Ahad (29/1) sekira pukul 04.30 pagi atau menjelang Subuh.

Kemudian, mereka diamankan ke Mapolsek Banda Sakti Kota Lhokseumawe sebelum dibawa ke Mapolres Lhokseumawe untuk proses pengembangan lebih lanjut dalam kasus pembacokan.

Adapun barang bukti yang diamankan, yakni 6 bilah Sajam, jenis Celurit dan Parang, 6 unit handphone, 4 unit sepeda motor (Sepmor) jenis Nmax, Mio Soul, Beat, Scoopy.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto melalui Kapolsek Banda Sakti Iptu Faisal dikonfirmasi awak media ini, membenarkan adanya kasus pembacokan oleh belasan remaja tersebut.

“Sekira pukul 01.30 tadi malam terjadi pembacokan terhadap seorang remaja berinisial R berumur 14 tahun, status pelajar asal Gampong Hagu Barat Laut, Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Korban mengalami luka sobek di bagian telapak kaki dan luka lebam akibat benda tumpul dibagian pinggang. Korban saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe,”ucapnya.

Ia mengatakan, menanggapi informasi itu Unit Opsnal Satintelkam bergerak cepat melakukan penyelidikan terhadap terduga pelaku dan diperoleh hasil bahwa terduga pelaku berinisial MI Cs (15) status pelajar asal Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.

Kemudian, tim langsung mencari keberadaan pelaku dan akhirnya sekira pukul 03.30 WIB, mendapati sekumpulan remaja yang sedang berkumpul di belakang Kantor PLN Lancang Garam. Ternyata, hasil pemeriksaan belasan remaja itu barusaja melakukan pembacokan terhadap seorang korban.

“Unit Opsnal Satintelkam berkoordinasi dengan URC Satsamapta Polres Lhokseumawe dan mengamankan terduga pelaku ke Mapolsek Banda Sakti,”ucap Iptu Faisal akrab disapa Abu Bangka ini.

Selain itu, lanjut dia,sekira pukul 04.30 WIB, keseluruhan terduga pelaku selanjutnya diserahkan ke Satreskrim Polres Lhokseumawe untuk proses lebih lanjut.

Sementara para pelaku yang sudah diamankan, berinisial MI (15), MS (14), TRF (15), MN (17), MF (15), MRH (14), MR (14), TA (15), FR (15), MF (14), M (14) dan THL (16). Mereka berasal dari beberapa gampong di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe serta seorang pelaku lainnya berinisal NB (16) asal salah satu gampong di Kecamatan Muara Dua. (aradio)

Siap Siap,2023 Pabrik Pupuk Iskandar Muda Bakal Mati

Aradio – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan, saat ini nasib PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Aceh Utara, Provinsi Aceh sedang berada di ujung tanduk. Hal itu di karenakan terkait dengan pasokan gas sebagai bahan bakar utama mesin produksi pupuk.

“Mengenai Aceh, yang pasti sekarang kita didorong oleh pemerintah untuk memastikan PIM ini tetap produksi dan kami juga masih kesulitan gas terus terang. Ini Januari bisa mati lagi kalau gasnya belum dapat lagi,” ujar Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI di ruang rapat Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/12/2022).

Menurut dia, permasalahan yang sedang dihadapi PIM menjadi fokus Kementerian BUMN.

Beberapa waktu lalu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima menyoroti ketersediaan gas sebagai bahan bakar utama mesin produksi pupuk yang digunakan oleh mesin pembuat pupuk di PIM dalam upaya meningkatkan pengembangan pabrik pupuk di Aceh. Menurut dia, harus dicarikan solusi bersama agar produksi pupuk dapat meningkat dan memenuhi kebutuhan pupuk nasional.

“Ketersediaan mengenai gas yang sampai hari ini belum terselesaikan, formulasi seperti apa supaya PIM ini bisa berjalan normal kembali, karena di PIM ini sebenarnya mesinnya itu mesin yang lebih modern daripada pabrik pupuk yang lain. Hanya memang ketersediaan gas ini menjadi problem dari dulu sampai sekarang. Apalagi harga gas yang sudah mencapai 50 dolar AS, sedangkan pemerintah mematok harga 6 dolar AS. Saya kira itu menjadi sesuatu yang yang harus diselesaikan secara bersama-sama,” kata Aria di Banda Aceh, Selasa (9/8/2022).

Dalam pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI dengan mitra kerja terkait, Aria menilai hal ini bukan tidak mendasar, mengingat saat ini kemampuan pabrik pupuk nasional, hanya mencukup 14 juta ton dari kebutuhan nasional 23 juta ton. Sementara subsidi pupuk Indonesia sebesar 9 juta ton, sehingga diharapkan dengan adanya penambahan produksi pupuk dari PIM, Aria yakin target kebutuhan nasional terhadap pupuk, baik subsidi maupun non-subsidi, semuanya terpenuhi dan tercukupi.

“Apalagi kita sudah mencanangkan bahwa situasi sekarang tidak bisa tidak, tanaman pangan ini menjadi skala prioritas dalam situasi pasca pandemi Covid-19 ini, situasi interdependensi antar negara mengenai pangan tidak seperti yang kita harapkan. Pangan jadi komoditas pertahanan di masing-masing negara, sistem distribusi dan transportasi dan sistem B to B soal pangan sekarang lebih dikendalikan oleh government. Maka tidak mau tidak, kita harus benar-benar mampu mencukupi pangan nasional dengan produksi pangan kita sendiri,” ujarnya seperti dikutip laman resmi DPR.

Dengan kebutuhan pangan nasional ini, maka menurut politisi PDI-Perjuangan tersebut, saat inilah letak keniscayaan agar ketersediaan pupuk nasional harus menjadi perhatian secara khusus. Terutama bagaimana memaksimalkan pabrik-pabrik pupuk yang ada saat ini yang memang dalam kendala, baik itu di teknologi produksinya yang sudah banyak yang usang, dan kemudian untuk kesediaan bahan bakunya, yaitu gas. (cnbcindonesia/aradio)

Resmikan Voice Announcer, untuk tekan Angka Kecelakaan di Jalan Raya

Aradio – Untuk menjalankan program revitalisasi edukasi tertib berlalu lintas dan menekan angka laka lantas dijalan raya, Kapolres Lhokseumawe Henki Ismanto, S. I. K, meresmikan Voice announcer di jalan simpang empat tugu BPD Aceh Syariah, Desa Simpang Empat, Kec. Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, senin (28/11).

Pada kesempatan itu, Kapolres bersama Kasat Lantas AKP Ade Taufik S. I. K, juga meninjau dan mengecek langsung kondisi alat tersebut saat difungsikan dan dioperasikan di persimpangan jalan setempat.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto, S.I.K mengatakan, pada akhir bulan agustus lalu jajarannya telah melaksanakan kegiatan dikmas lantas melalui pemasangan Spanduk dan Baliho himbauan tertib lalu lintas di 98 titik di wilayah hukum Polres Lhokseumawe.

Namun hasilnya tidak signifikan terkait kesadaran berlalu lintas masyarakat di wilayah Hukum kota Lhokseumawe.

Sehingga Penggunaan baliho dan spanduk ditempat umum dan terbuka ternyata tidak membawa hasil yang optimal atau jauh dari yang diharapkan sebelumnya.

Maka untuk itu perlu dilakukan dikmas lantas lanjutan melalui suara di beberapa titik di Kota Lhokseumawe agar masyarakat bisa mendapat pemahaman dan penjelasan terhadap imbauan penting.

Sehingga dapat memiliki kesadaran berlalu lintas yang nantinya berguna  dan memberi kesadaran untuk taat aturan berlalu lintas di wilayah hukum Polres Lhokseumawe.

Hal ini juga untuk menumbuhkan kesadaran pengguna jalan, mengingat masih tingginya angka kecelakaan dijalan raya.

Karna angka kematian tertinggi di dunia saat ini penyebabnya adalah kecelakaan lalu lintas, serangan jantung dan Narkoba.

“Jadi saya terpanggil untuk menerapkan metode ini, hari ini sudah terpasang ada dua titik yaitu di simpang pos kota dan simpang mesjid Baiturrahman dan selanjutnya akan ditambah menjadi empat titik dengan menggunaka dua bahasa yaitu aceh dan indonesia.” Ujarnya.

Dijelaskannya, Aceh sedang berkembang dan pada tahun 2045 nanti merupakan masa penuh persaingan global yang semakin meningkat. Maka program ini penting untuk menjaga keselamatan generasi muda yang akan bertarung dalam kancah dunia nantinya.

Kapolres berharap dengan adanya program ini, masyarakat lebih patuh, peduli dan memiliki kesadaran berlalu lintas yang tinggi sehingga terciptanya Kamseltibcarlantas dan menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Lhokseumawe.(aradio)

300 ASN Non ASN Pemko Lhokseumawe di Tes Urine

Aradio – Sebanyak 300 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN yang bertugas di sejumlah dinas di Pemerintahan Kota Lhokseumawe di tes urine oleh Petugas BNNK Lhokseumawe beserta Satgas Anti Narkoba ASN Lhokseumawe, pada Rabu (19/10/2022).

Para ASN dan Non ASN yang dites urine kali ini adalah yang bertugas  di seluruh kantor camat, Kesbangpol, Dinas Perhubungan,  Disperindagkop, Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup  serta para ASN yang berada dijajaran Setdako Lhokseumawe.

Kepala BNNK Lhokseumawe, Saiful Fadhli SSTP MSi,  mengatakan dalam rilisnya beberapa waktu lalu pihaknya telah menggelar rapat kerja (Raker) terkait program  Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah Pemko Lhokseumawe bahkan telah dibentuk Satgas Anti Narkoba ASN yang berangotakan puluhan ASN di jajaran Pemko Lhokseumawe.

Dan hari ini Rabu (19/10), telah melakukan tes urine secara dadakan pada ASN dan Non ASN oleh tim gabungan dari BNNK Lhokseumawe dengan Satgas Anti Narkoba ASN.

Sementara itu Sekda Kota Lhokseumawe, T Adnan, SE, dalam amanatnya saat Apel Siaga Satgas menyampaikan, tujuan dilakukan tes urine ini adalah untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba bagi aparatur pemerintah baik ASN maupun Non ASN di lingkungan Pemerintah Kota Lhokseumawe.

Sekda juga memastikan,  kegiatan tes urine ini akan terus berlanjut di SKPD jajaran Pemko Lhokseumawe lainnya. Dan bagi yang terlibat penyalahgunaan akan dilakukan pembinaan melalui BNN Kota Lhokseumawe baik rawat jalan maupun rawat inap”, ujar Sekda.(aradio)

Pj Wali Kota Lhokseumawe Tindak Tegas Mobil Dinas yang bermasalah

Aradio – Penjabat (Pj) Wali Kota Lhokseumawe  Drs.dr Imran MSI MA.Cd menindak tegas dan melakukan pemeriksaan dan menarik langsung  terhadap mobil dinas milik Pemko Lhokseumawe yang berpelat hitam yang digunakan oleh yang tidak berhak.

Serta mobil dinas yang berpelat merah yang tidak sesuai penggunaan ditahan kemudian untuk didata ulang. Hal tersebut dikatakan Pj Wali Kota saat silaturahmi dengan wartawan di Oproom Kantor Wali Kota lhokseumawe Selasa (18/10).

Pj Wali Kota Lhokseumawe mengatakan pendataan aset kendaraan dinas seperti Mobil dilakukan untuk melihat kondisi kendaraan tersebut layak atau tidak dan tepat digunakan oleh dinas tersebut jangan yang tidak berhak. Sehingga tujuanya nanti pemakaian mobil dinas nantinya akan seragam Mobil dinas kadis harus seragam semua, sekretaris harus seragam, dan begitu juga dengan para kabid.

Begitupun mobil yang sudah tidak layak jalan harus segera dilelang. Dan wacana kedepan seluruh mobil dinas akan di sewa, untuk menghemat biaya pemeliharaan kendaraan tersebut dan menghemat anggaran.
Sebab, biaya perawatan sangat besar. Tuturnya.(aradio)

Pilihan pasti sepanjang hari