6,28 Hektare Ladang Ganja di Aceh Utara di temukan oleh Aparat Gabungan

Aradio – Aparat gabungan menemukan 6,28 hektare ladang ganja di pedalaman Dusun Uteu, Desa Lhokdrien, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Di ladang itu diperkirakan terdapat 62.800 batang pohon ganja.

Petugas gabungan itu terdiri atas Satgas Siger Polda Lampung bersama Direktorat Narkoba Polda Aceh, Polres Lhokseumawe, Ditjen Bea Cukai, Satbrimob Detasemen B Lhokseumawe, dan Kodim 0103/Aceh Utara.

Direktur Narkoba Polda Aceh Komisaris Besar Polisi Ruddi Setiawan mengatakan, total bobot daun dan pohon ganja setelah dicabut di lahan itu diperkirakan mencapai 40,3 ton. Pohon ganja itu langsung dimusnahkan di tempat kejadian perkara.

”Kami membantu upaya pengungkapan dari Tim Satgas Siger Polda Lampung,” kata Ruddi seperti dilansir dari Antara, Senin (28/2).

Tim Satgas menemukan ganja di tiga lokasi berbeda. Lokasi pertama seluas 1,78 hektare terdiri atas 17.800 batang dan tinggi rata-rata di atas 200 cm seberat total 17,8 ton. Kemudian, lokasi kedua seluas tiga hektare terdiri atas 30.000 batang, tinggi batang di bawah 200 cm, seberat total 15 ton.

”Di lokasi ketiga seluas 1,5 hektare terdapat 15.000 batang, tinggi batang di bawah 200 cm, dan berat 7,5 ton,” papar Ruddi.

Pengungkapan itu berawal pukul 10.00 WIB Kamis (23/11), ketika personel Ditresnarkoba Polda Lampung mengamankan lima kg ganja di Pul Bus Putra Pelangi Rajabasa, Bandarlampung. Selanjutnya, dilakukan pengawasan pengiriman paket ganja ke Pul Bus Putra Pelangi di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Jawa Barat.

Petugas menangkap dua tersangka yakni PH dan DI sebagai pemilik paket ganja tersebut. Kedua tersangka menerangkan paket lima kg ganja akan diedarkan di Bandung.

Paket ganja tersebut didapat dari teman tersangka MS (DPO) yang berdomisili di Kampung Doy, Banda Aceh. Berdasar temuan itu, Tim Satgas Siger Polda Lampung mendapat informasi bahwa paket ganja itu berasal dari ladang ganja di Dusun Uteun.

Tim mengembangkan kasus itu ke Aceh dan sampai pada Minggu (27/2). Hasilnya, tim mengungkap 6,28 hektare ladang ganja yang ditanami 62.800 batang pohon ganja dan berat total 40,3 ton.(Rakyat Aceh/aradio)

Selama Pandemi Covid-19, Harga Barang Naik Beruntun di Indonesia

Aradio – Masyarakat secara bertubi-tubi dibebani kenaikan beberapa harga kebutuhan dapur. Terhitung sejak akhir 2021, barang-barang seperti minyak goreng, tahu, tempe, daging hingga LPG non subsidi mengalami kenaikan harga.

Tentu dari rentetan kenaikan harga barang-barang urusan dapur tersebut yang paling merasakan bebannya adalah ibu-ibu rumah tangga. Berikut rentetan kenaikan harga yang membebani emak-emak:

1.Minyak Goreng:

Dimulai dari minyak goreng yang terjadi sejak November 2021. Minyak goreng kemasan bermerek sempat naik hingga sekitar Rp 24 ribu per kg.

Masalah minyak goreng ini terus bergulir. Bahkan sempat terjadi kelangkaan minyak goreng kemasan di gerai minimarket. Pembelian bahkan sampai dibatasi.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah bahkan hendak menyetop ekspor CPO. Sampai-sampai dikeluarkan juga kebijakan 1 harga untuk minyak goreng.

2.Tahu dan Tempe

Belum selesai polemik minyak goreng, emak-emak dihadapi masalah tahu dan tempe. Permasalahan ini terjadi di sektor bahan bakunya yakni kedelai yang ternyata naik tinggi.

Biang keroknya adalah kenaikan harga kedelai impor. Seba menurut data Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu (Gakoptindo) 90% dari kebutuhan kedelai dalam negeri dipenuhi dari impor.

Imbasnya produsen tahu dan tempe protes, mereka melakukan mogok produksi pada 21-23 Februari 2022. Usai melakukan mogok, produsen tempe memutuskan untuk menaikkan harga jual.

3. Daging Sapi

Masih hangat soal tahu dan tempe, tiba-tiba muncul rencana mogok pedagang daging sapi. Penyebabnya juga mirip yakni kenaikan harga daging.

“Harganya lebih mahal yang sekarang, dulu cuma Rp 115 ribuan,” ujar salah satu pedagang di Pasar Ciputat Alfin, saat ditemui detikcom, Kamis (24/2/2022).

Saat ini harga daging diketahui sampai menyentuh Rp 130 ribu per kg nya. Alfin menaruh harga tersebut untuk bagian paha depan dan paha belakang.

Meskipun akhirnya pedagang daging sapi batal melaksanakan aksi mogok jualan mulai Senin 28 Februari. Hal itu disampaikan oleh Ketua Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) Asnawi.

4.LPG Non Subsidi

Nah yang terbaru hari ini terjadi kenaikan harga LPG non subsidi dari sebelumnya Rp 13.500 per kg menjadi Rp 15.500 per kg.

Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina (Persero) Irto Ginting menjelaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan mengikuti perkembangan terkini dari industri minyak dan gas. Dia juga menjelaskan kenaikan 2 tahapan dari Desember yang lalu itu dilakukan demi mengurangi beban masyarakat pengguna LPG non subsidi.

“Tercatat, harga Contract Price Aramco (CPA) mencapai 775 USD/metrik ton, naik sekitar 21% dari harga rata-rata CPA sepanjang tahun 2021,” jelas Irto dalam keterangan resminya, Minggu (27/2/2022).

Dia menjelaskan penyesuaian harga ini telah mempertimbangkan kondisi serta kemampuan pasar LPG non subsidi, selain itu harga ini masih paling kompetitif dibandingkan berbagai negara di ASEAN.

Sementara untuk LPG subsidi 3 Kg, Irto menyatakan bahwa tidak ada perubahan harga yang berlaku. (detikcom/aradio)

Delapan cara membedakan Gejala Omicron dan Flu biasa

Aradio-Varian Covid-19 Omicron disebut-sebut tidak memiliki tingkat keparahan layaknya varian Delta. Gejala Omicron bahkan dianggap mirip dengan flu biasa.

Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk bisa membedakan kapan saat Anda diserang flu atau diserang omicron. Ada beberapa hal yang bisa menjadi acuan bagi Anda.

Central for Disease Control and Prevention Amerika Serikat beberapa waktu lalu telah mengeluarkan sejumlah laporan terkait gejala Omicron pada akhir tahun lalu.

Berikut daftarnya, seperti dikutip Sabtu (19/2/2022):

1.Batuk 89%
2.Mudah lelah 65%
3.Satu Hidung tersumbat atau     rirone 59%
4.Demam 38%
5.Mual atau muntah 22%
6.Sesak nafas 16%
7.Diare 11%
8.Anosmia atau ageusia 8%


Sementara itu, Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan menjelaskan saat Anda terserang flu, jarang disertai dengan nyeri tenggorokan atau tenggorokan gatal.

Sementara dua gejala tersebut banyak ditemukan pada varian Omicron.

“Gejala yang khas pada omicron adalah hidung tersumbat atau rinore, batuk, nyeri tenggorokan, terutama tenggorokan gatal. Memang sedikit mirip dengan [gejala] flu,” ujarnya dalam Seminar Daring berjudul “Super-immunity and Implication on New Variant of Covid-19”, beberapa waktu lalu, seperti dilansir cnbcindonesia.

Namun jarang flu itu nyeri tenggorokan dan jarang tenggorokan gatal, flu biasanya adalah pilek dan kadang-kadang disertai batuk.

Dia menambahkan sebagian besar gejala klinis pada Omicron ringan dan bahkan tidak bergejala.

Meski sebagian gejala Omicron bersifat ringan, risiko lebih besar mengintai lansia, orang yang belum pernah divaksin, mereka yang punya komorbid dan anak-anak. Kelompok ini berisiko mengalami gejala yang lebih berat ketika terinfeksi Omicron. (cnbcindonesia/aradio)

Pemerintah putuskan longgarkan PPKM level 3, walau kasus Covid-19 dalam tren kenaikan.

Aradio- Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, kendati perkembangan kasus Covid-19 dalam tren kenaikan.Lantas, apakah ada kemungkinan pemerintah kembali memperketat aturan PPKM di masa depan?

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah belum melihat ada kemungkinan untuk kembali memperketat kebijakan pengetatan.

Kita engak melihat ada pengetatan-pengetatan lagi. Kita melakukan pelonggaran, tapi dengan monitor ketat,” kata Luhut dalam konferensi pers usai rapat terbatas, Senin (14/2/2022).

Berdasarkan catatan pemerintah, sejumlah wilayah PPKM level 3 mulai mengalami perbaikan. Kasus DKI Jakarta misalnya, dalam beberapa hari terakhir diklaim lebih landai.

“Jawa Barat baru mulai. Tapi yang lebih lambat lagi itu Yogyakarta. Di sini sudah mau naik kencang, di Yogyakarta masih flat,” jelasnya.

Luhut kembali menegaskan hingga saat ini pemerintah tidak melihat ada rencana pengetatan kebijakan di masa depan. Namun, hal tersebut akan tetap berpegang teguh pada data terkini

“Kami belum melihat ada keinginan pengetatan lagi. Justru kami mendorong protokol kesehatan yang ketat,” tegasnya. (cnbcindonesia/aradio)

PPKM level 3 berlaku di Lhokseumawe, kasus covid-19 tinggi

Aradio- Berdasarkan update laporan harian Covid-19 Kota Lhokseumawe, tertanggal 15 Februari 2022, jumlah kasus positif sebanyak 21 orang.

Sehingga kasus Covid-19 Lhokseumawe melonjak tajam dalam sepekan terakhir ini.

Sementara sehari sebelumnya, hanya tercatat 18 orang yang positif Covid-19. Artinya, telah terjadi peningkatan kasus secara signifikan yakni 3 orang.

Jurubicara Satgas Penanganan Covid-19 Lhokseumawe, Drs. Marzuki  Selasa (15/2) membenarkan, Kota Lhokseumawe terjadi lonjakan kasus Covid-19. Bahkan, kini Lhokseumawe berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2022, tertanggal 14 Februari 2022, masuk dalam kategori PPKM level 3.

Selain Lhokseumawe, juga Kabupaten Aceh Tenggara,Kabupaten Bireuen, Kota Banda Aceh dan Kota Sabang mengalami nasib yang sama yakni PPKM level 3.

Marzuki menjelaskan, dari 21 kasus Covid-19 di Lhokseumawe dengan rincian 5 orang dirawat di Rumah Sakit, 11 orang menjalani isolasi mandiri dan 5 orang kasus positif selesai isolasi mandiri.

Untuk itu, ia berharap kepada masyarakat dari 68 gampong di empat kecamatan di Lhokseumawe supaya selalu menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat. Kemudian, tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 dan jangan pernah lalai.

“Keluar rumah tetap memakai masker, cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas dan berdoa,”ungkapnya.

Kemudian, khusus kepada masyarakat yang belum divaksin untuk segera mendatangi gerai vaksin terdekat sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Lhokseumawe. (aradio)