Alasan AJ Pelaku, Tembak Kombatan GAM Buraq

Aradio-Tersangka AJ (25) warga Alue Ngom, Kecamatan Nibong, Aceh Utara terancam hukuman 20 tahun penjara, maksimal hukuman mati terkait penembakan kombatan GAM M Yusuf (46) alias Buraq pada Selasa (1/3/2022) siang.

Korban warga asal Gampong Matang Mane, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara ditembak dengan senapan angin dari jarak 15 meter kena di kepala bagian kanan dan korban. Aj akhirnya ditangkap polisi saat hendak melarikan diri ke Banda Aceh di Simpang Lambaro, Aceh Besar pada Kamis (3/3/2022) pagi. Dalam kasus yang sama polisi juga menetapkan AM (29) abang kandung pelaku sebagai tersangka karena ikut membantu Aj melarikan diri usai menembak Buraq, dan menahan FR sebagai pemilik senapan angin.

Namun Aj membuat pengakuan mengejutkan diwawancara wartawan di Mapolres Aceh Utara di Lhoksukon, Jumat (4/3/2022). Aj mengaku tak berniat membunuh dengan menembak korban yang saat itu sedang duduk di warung kopi bang Sayuti. Tersangka AJ juga mengira korban tidak meninggal usai ditembak dengan senapan angin milik FR, karena niatnya hanya untuk memberikan pelajaran saja.

“Tak ada rencana saya membunuh dia (Buraq-red), kebetulan saja saya tembak kena di bagian kepala,” ungkap AJ kepada wartawan dengan kepala tertunduk. Ia juga mengatakan nekat beraksi seperti itu karena sakit hati dengan kelakukan korban yang sering meneror keluarganya sambil membawa senjata tajam seperti lembing pada malam hari.

“Dia (Buraq- red) sering datang tengah malam ke belakang rumah kami, sambil mengancam akan membunuh kami, membakar rumah dan mengancam akan memperkosa ibu saya, saya tidak tahu apa alasan dia berbuat seperti itu sampai saya sakit hati,” ucapnya lagi, seperti dilansir anteroaceh.

Ia mengaku tidak tahu penyebab korban bersikap mengancam seperti itu, namun dijelaskan korban pernah menganiaya abang kandung AM. Sebelumnya, Geuchik Gampong Alue Ngom, Tarmizi juga menerangkan Buraq adalah sosok yang ditakuti warga karena kerap bersikap kasar dan arogan.

“Kami tidak berani menengahi bila ada warga yang bermasalah dengan Buraq, karena siapapun yang mencoba menyelesaikan masalah pasti ikut menjadi sasaran penganiayaan. Dan itu pernah beberapa kali terjadi, sebab itu kami trauma, kalau ada yang mau lapor polisi ya silahkan, karena kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkap Geuchik.

Kata Tarmizi, beberapa hari sebelum terjadi penembakan, korban sempat memukul AM di depan orang banyak dengan dalih AM menyebut korban orang gila. Tuduhan itu dibantah oleh AM. Setelah dipukul abang kandung Aj pulang ke rumah dan menceritakan persoalan tersebut ke keluarga hingga didengar oleh Aj.

Pada hari yang sama , jelas Geuchik Tarmizi, Buraq berdiri di jalan depan rumah Aj sambil menenteng parang dan lembing , kemudian berteriak akan membunuh AM dan keluarganya, termasuk ibu AM serta membakar rumah. Katanya, sikap arogan tersebut tidak hanya terjadi terhadap warga, korban juga kerap menganiaya keluarganya sendiri, sampai-sampai ibu dan ayah kandungnya sendiri pernah mengadukan korban ke Polres Aceh Utara karena tidak tahan sering dipukul. Bahkan korban kerap memukul ibu kandungnya sendiri. “Istrinya sendiri juga pernah mengadu ke Polsek, karena diniaya, namun korban tidak bisa ditangkap,” sebut Tarmizi. (anteroaceh/aradio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.