All posts by aradio

Aradio adalah radio pertama di Lhokseumawe yang semula bernama Radio Adyemaja. Mulai bersiaran resmi pada 11 Juni 1982.

Kepala Sektariat Baitul Mal Aceh Utara di tetapkan sebagai Tersangka

Aradio – Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara, Zulfikar Z, mengaku belum mengetahui secara resmi atas penatapan tersangka terhadap dirinya oleh Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara.

Zulfikar saat di hubungi portalsatu.com, Selasa 2 Agustus 2022 pukul 22.00 WIB. mengatakan Dirinya baru mengetahui ditetapkan tersangka dari berita. Kalau dari pihak Kejari belum ada menerima surat resmi apapun terkait hal itu (penetapan tersangka). Tapi kemarin (Senin, 1 Agustus 2022) juga ada dilakukan pemeriksaan oleh tim Kejari.

Menurut Zulfikar, saat dirinya diperiksa pada Senin (1/8), juga ditanyakan apa saja tugas Pengarah Tim Perencana. Dia menjelaskan tugas Tim Perencana membuat Kerangka Acuan Kerja (KAK), Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar. Sedangkan untuk penetapan nama-nama penerima manfaat rumah bantuan tersebut dilakukan berdasarkan sidang musyawarah antara Tim Verifikasi, Kepala Baitul Mal, dan Tim Pengawas Baitul Mal Aceh Utara.

“Saya belum tahu ini mau bagaimana, sekarang sedang bingung saya. Nanti saya koordinasi lagi sama rekan-rekan mengenai perkara hukum, biasanya seperti apa untuk selanjutnya. Karena saya kurang paham juga tentang hukum,” ujar Zulfikar.

Zulfikar menambahkan sejauh ini ia belum menerima surat resmi dari Kejari terkait penetapan dirinya sebagai tersangka. “Dihubungi via telepon seluler juga belum ada konfirmasi. Makanya agak syok sedikit melihat kabar seperti ini,” ucapnya.

“Saya belum tahu juga apakah Kepala Baitul Mal Aceh Utara sudah mengetahui hal serupa (ditetapkan sebagai tersangka) atau tidak, karena saat saya hubungi beliau belum tersambung,” tambah Zulfikar.

Zulfikar juga menjelaskan bahwa pembangunan rumah bantuan tersebut sebanyak 251 unit. Dari jumlah itu yang sudah dilakukan pekerjaan 100 persen sekitar 139 rumah khususnya di wilayah Timur dan Barat Aceh Utara. Sisanya 112 unit lagi progresnya rata-rata sudah mencapai 96 persen yang ada di wilayah tengah seperti Kecamatan Tanah Luas, Pirak Timu, Matangkuli, Lhoksukon, dan Cot Girek.

“ini sebelumnya juga ada disampaikan kepada pihak Kejari terkait perkembangannya. Wilayah tengah itu maksudnya daerah terdampak banjir sebelumnya, sehingga sempat terkendala dalam proses pembangunan saat itu. Kami sudah menjelaskan juga terkait kondisi ini kepada pihak Kejari. Kalau dikatakan korupsi, mana mungkin bisa dikerjakan rumah dan tidak akan terbangun seperti sekarang. Harapan kami sebenarnya jangan sampai terjadi seperti ini (penetapan tersangka),” ujar Zulfikar.(aradio/portalsatu.com)

Tumpok Teungoh Dijadikan Gampong Tangguh Pancasila

Aradio – Salah satu upaya yang harus dilakukan  untuk mewujudkan Program Aceh Benteng Pancasila, yang bertujuan untuk penguatan Ideologi Pancasila di tengah masyarakat yaitu membentuk Kampung Tangguh Pancasila.

Sehingga gema atau nilai – nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat terus tumbuh. Hal tersebut di sampaikan oleh Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Hendrasari Nurhono S.I.P., M.I.P., dalam acara peresmian Gampong Tangguh Pancasila di Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, Sabtu (30/7).

Peresmian Gampong Tangguh Pancasila itu, tersebut dalam rangka mensukseskan Program Kodam Iskandar Muda yang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Aceh.

Dandim 0103/Aut, Letkol Inf Hendrasari Nurhono S.I.P., M.I.P., dalam kesempatan itu menyampaikan, bahwa Indonesia sebagai negara berkembang perlu mempersiapkan segala sumber daya yang ada di negara ini.

Salah satu upaya yang gencar dilakukan adalah dengan kembali membumikan dan mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat.

“Dan untuk mendukung program tersebut perlu kiranya sama-sama kita tunjuk dan bentuk satu Gampung sebagai Gampong yang Tangguh Pancasila,”ucapnya.

Ia mengatakan, atas dasar itu dipilihlah Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, sebagai Kampung Tangguh Pancasila. Pemberian nama Pancasila merupakan bentuk keberanekaragaman masyarakat namun tetap menjadi satu Indonesia.

“Maksud dan tujuan dari pembentukan Kampung Tangguh Pancasila agar menumbuhkan kembali semangat masyarakat untuk menghayati nilai-nilai luhur bangsa dan negara serta meningkatkan pengamalan sila-sila dalam Pancasila itu sendiri,”katanya.

Menurut dia, Pancasila merupakan sistem nilai yang digali dari nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia, dimana nilai-nilai tersebut telah ada jauh sebelum Indonesia Merdeka dan telah berkembang menjadi nilai-nilai dasar yang merupakan karakter masyarakat Indonesia.

“Semoga dengan terbentuknya Kampung Tangguh Pancasila ini dapat memelihara nilai-nilai Dasar Pancasila agar terus tumbuh dan berkembang ditengah kehidupan masyarakat, serta dapat menjaga rasa persatuan kesatuan. Tumpok Teungoh ini dapat menjadi contoh untuk gampong-gampong lain yang ada di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara khususnya dan umumnya Provinsi Aceh dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan yang beranekaragam ini,”terang Dandim.

Lanjut orang nomor satu dijajaran Kodim 0103/Aceh Utara ini, adapun beberapa kriteria secara garis besar dapat dikatakan sebagai Kampung Tangguh Pancasila diantaranya, berideologi Pancasila, dihiasi dengan lukisan-lukisan moral. Kemudian masyarakat yang sadar hukum, bebas narkoba, lingkungan Kamtibmas yang baik, tidak ada tindak criminal, memiliki ekonomi mandiri dan Swasembada pangan, toleransi beragama baik saling menghormati, rasa kebhinekaan, gemar bermusyawarah dan bersikap adil, Karang Taruna/ Organisasi pemuda aktif, dan bependidikan serta keterampilan lingkungan yang sehat.(aradio)

Polres Lhokseumawe Buka Posko Pengaduan, Untuk Kasus Penipuan CPNS K2 dan PPPK.

Aradio – Polres Kota Lhokseumawe membuka Posko Pengaduan terkait kasus penipuan CPNS K2 dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja(PPPK).

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, SIK dalam konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Rabu (27/7/2022) mengatakan, posko pengaduan tersebut bertempat di Mapolsek Banda Sakti. Tujuannya, apabila masih ada masyarakat yang menjadi korban dalam kasus tersebut dapat segera melapor.

Sebab, jumlah korban dalam kasus penipuan berkedok pengurusan CPNS K2 dan PPPK dimaksud di perkirakan kemungkinan bisa bertambah, dan kasus tersebut terus didalami.

“Mana tahu kiranya enggan ingin menyampaikan namun setelah kasus ini kami rilis, masyarakat yang menjadi korban kami persilahkan melapor ke posko pengaduan di Polsek Banda Sakti,” ujarnya.

Harapannya, lanjut pria nomor satu di jajaran Polres Lhokseumawe, kasus serupa tidak terulang lagi. Sehingga, putera – Puteri Aceh ke depan bisa berkompetisi dan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik serta tidak menggunakan hal seperti ini.

“Kita ketahui, zaman sekarang transparansi sudah cukup baik, mulai rekrut sampai pengumuman itu dilakukan serba online dan jika ada yang mengatakan mampu, menjanjikan masuk serta lulus PNS maupun kami di Polri, jangan pernah percaya,” sambung Kapolres.(aradio)

Hindari Genangan Air dan Banjir Pemko Lhokseumawe bersihkan Jalan Malikussaleh

Aradio – Jalan Malikussaleh Gampoeng Lancang Garam Kecamatan Banda Sakti Kota lhokseumawe tadi pagi sampai sore di bersihkan. Pembersihan sanitasi tersebut, merupakan upaya Pemko Lhokseumawe, untuk membersihkan saluran air agar bisa berfungsi secara baik sehingga musim penghujan terhindar dari genangan air di jalan.

Dalam kegiatan pembersihan ini, diawasi langsung oleh Asisten 1 Setdako Lhokseumawe Maksalmina,SH,MH serta menurunkan satu Unit alat berat Excavator dan beberapa Unit kenderaan angkutan Dump Truck.

Asisten 1 Setdako Lhokseumawe, Maksalmina, SH, MH. Mengatakan
Pembersihan sanitasi pada hari ini
Kamis (28/07/22). Supaya Sanitasi saluran air yang ada di Jalan Malikussaleh bisa berfungsi dengan baik, apalagi tanah di dalam parit ini sudah sangat padat. Begitu juga dengan ranting pohon, yang mengganggu pengguna jalan Kita potong katanya.

Sementara ketua Tuha Peut Gampoeng Lancang Garam, Muslem mengatakan. Pihaknya menyambut baik respon cepat Pemerintah Kota Lhokseumawe yang melakukan pembersihan saluran air ini.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pj Walikota yang telah merespon keluhan Masyarakat Gampoeng Lancang Garam tentang saluran air dan menebang ranting pohon yang menggangu di jalan raya ini.”Ungkap Tuha Peut Gampoeng Lancang Garam, Muslem.

Diharapkan kegiatan seperti ini rutin dilakukan setahun sekali supaya Saluran-saluran air yang ada bisa berfungsi secara baik dan maksimal.Tambah Muslem.(aradio)

Polres Lhokseumawe Berhasil Babat kasus 3C

Aradio – Kasus Curat,Curas dan Curanmor atau yang lebih di kenal lagi dengan kasus 3C dan penggelapan sepeda motor berhasil di ungkapkan Polres Lhokseumawe dalam kurun waktu dua minggu terakhir.
Dalam pengungkapan kasus ini, personel juga meringkus belasan tersangka dan penadah.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, SIK dalam konferensi pers di Gedung Serbaguna Mapolres Lhokseumawe, Rabu (20/7/2022) mengatakan, pengungkapan kasus Curat, Curas, curanmor serta penggelapan Ranmor yang terjadi di wilayah hukum Polres Lhokseumawe tersebut berdasarkan dari 11 laporan masyarakat kepada Kepolisian.

Lanjutnya, adapun pada tersangka, yaitu, SB (28), AMU (19), AM (32), AG (31),AZM (19),   AM (19) dan Z (32) yang merupakan warga Kabupaten Aceh Utara dan Pemko Lhokseumawe. Sedangkan KH (40) warga Kecamatan Binjai Utara, Kita Binjai, Provinsi Sumatera Utara. Sementara para penadah yakni, MJ (27), AMR (41), A (36), R (19), MI (24) dan N (19).

Selain menangkap para tersangka dan penadah, kata Kapolres, tim Satreskrim Polres Lhokseumawe juga menyita barang bukti berupa lima unit sepeda motor berbagai merek dan 11 hp android

“Para tersangka umumnya melakukan aksinya pada malam hingga dinihari, sasarannya pengendara sepeda motor perempuan, anak – anak dan pengendara sendirian. Aksi ini dilakukan pada jalan yang sepi dan minim penerangan. Selain itu, rumah yang ditinggal keluar pemilik dalam jangka waktu lebih dari satu hari, memanfaatkan kelengahan pemilik kendaraan serta berdalih meminjam kendaraan korban lalu membawa kabur, ” pungkasnya.

Pria nomor satu di jajaran Polres Lhokseumawe ini juga menambahkan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya para tersangka dan penadah mendekam dalam sel tahanan Mapolres Lhokseumawe dan terancam hukuman maksimal empat sampai 12 tahun penjara.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, jika berpergian di malam hari agar tidak sendirian, bagi wanita tidak memakai perhiasan berlebihan yang dapat menimbulkan niat pelaku untuk melakukan aksi kejahatan. Kemudian, saat meninggalkan rumah lebih dari satu hari, dapat berkoordinasi dengan perangkat desa atau pihak keamanan desa,” pinta AKBP Henki Ismanto.(aradio)