Category Archives: Berita dari Aceh

144 Warga Rohingya terdampar di Bireuen, Aceh.

Aradio – Kapal yang membawa 114 orang diduga imigran Rohingya terdampar di bibir pantai Bireuen, Aceh. Kedatangan mereka mengagetkan masyarakat setempat.

“Semalam pukul 02.00 WIB mereka masuk sendiri nggak dibantu masyarakat sampai bibir pantai supaya kapal tidak tenggelam, baru dibantu,” kata Panglima Laot Bireuen Badruddin saat dimintai konfirmasi, Minggu (6/3/2022).

Badruddin mengatakan kapal para imigran Rohingya tersebut terdampar di pantai kawasan Kuala Raya, Desa Alue Buya Pasi, Kecamatan Jangka. Masyarakat setempat disebut kaget mengetahui ‘manusia perahu’ tiba di kampung mereka.

Menurutnya, malam itu nelayan setempat memang tidak melaut karena cuaca buruk. Berdasarkan data sementara, imigran Rohingya itu terdiri atas pria dewasa 58 orang, perempuan 21 orang dan anak-anak 35 orang.

“Mereka datang dengan boat besar, sama kayak boat-boat sebelumnya,” kata Badruddin.

Kini para imigran tersebut ditampung di menasah desa setempat. Menasah merupakan bangunan yang biasanya digunakan untuk menggelar upacara agama atau pendidikan agama.

Badruddin menyebut pihaknya juga sudah melaporkan kedatangan para imigran tersebut pihak berwenang. Informasi tersebut juga disampaikan ke UNHCR.

Tak lama setelah mereka tiba, tim gabungan TNI/Polri serta pihak terkait datang di lokasi. Badruddin menjelaskan pihaknya sudah melaporkan keberadaan Rohingya itu ke berbagai pihak.

“UNHCR juga sudah dilaporkan. Mereka akan datang ke lokasi,” ujarnya, seperti dilansir detikcom. (detikcom/aradio)

Alasan AJ Pelaku, Tembak Kombatan GAM Buraq

Aradio-Tersangka AJ (25) warga Alue Ngom, Kecamatan Nibong, Aceh Utara terancam hukuman 20 tahun penjara, maksimal hukuman mati terkait penembakan kombatan GAM M Yusuf (46) alias Buraq pada Selasa (1/3/2022) siang.

Korban warga asal Gampong Matang Mane, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara ditembak dengan senapan angin dari jarak 15 meter kena di kepala bagian kanan dan korban. Aj akhirnya ditangkap polisi saat hendak melarikan diri ke Banda Aceh di Simpang Lambaro, Aceh Besar pada Kamis (3/3/2022) pagi. Dalam kasus yang sama polisi juga menetapkan AM (29) abang kandung pelaku sebagai tersangka karena ikut membantu Aj melarikan diri usai menembak Buraq, dan menahan FR sebagai pemilik senapan angin.

Namun Aj membuat pengakuan mengejutkan diwawancara wartawan di Mapolres Aceh Utara di Lhoksukon, Jumat (4/3/2022). Aj mengaku tak berniat membunuh dengan menembak korban yang saat itu sedang duduk di warung kopi bang Sayuti. Tersangka AJ juga mengira korban tidak meninggal usai ditembak dengan senapan angin milik FR, karena niatnya hanya untuk memberikan pelajaran saja.

“Tak ada rencana saya membunuh dia (Buraq-red), kebetulan saja saya tembak kena di bagian kepala,” ungkap AJ kepada wartawan dengan kepala tertunduk. Ia juga mengatakan nekat beraksi seperti itu karena sakit hati dengan kelakukan korban yang sering meneror keluarganya sambil membawa senjata tajam seperti lembing pada malam hari.

“Dia (Buraq- red) sering datang tengah malam ke belakang rumah kami, sambil mengancam akan membunuh kami, membakar rumah dan mengancam akan memperkosa ibu saya, saya tidak tahu apa alasan dia berbuat seperti itu sampai saya sakit hati,” ucapnya lagi, seperti dilansir anteroaceh.

Ia mengaku tidak tahu penyebab korban bersikap mengancam seperti itu, namun dijelaskan korban pernah menganiaya abang kandung AM. Sebelumnya, Geuchik Gampong Alue Ngom, Tarmizi juga menerangkan Buraq adalah sosok yang ditakuti warga karena kerap bersikap kasar dan arogan.

“Kami tidak berani menengahi bila ada warga yang bermasalah dengan Buraq, karena siapapun yang mencoba menyelesaikan masalah pasti ikut menjadi sasaran penganiayaan. Dan itu pernah beberapa kali terjadi, sebab itu kami trauma, kalau ada yang mau lapor polisi ya silahkan, karena kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkap Geuchik.

Kata Tarmizi, beberapa hari sebelum terjadi penembakan, korban sempat memukul AM di depan orang banyak dengan dalih AM menyebut korban orang gila. Tuduhan itu dibantah oleh AM. Setelah dipukul abang kandung Aj pulang ke rumah dan menceritakan persoalan tersebut ke keluarga hingga didengar oleh Aj.

Pada hari yang sama , jelas Geuchik Tarmizi, Buraq berdiri di jalan depan rumah Aj sambil menenteng parang dan lembing , kemudian berteriak akan membunuh AM dan keluarganya, termasuk ibu AM serta membakar rumah. Katanya, sikap arogan tersebut tidak hanya terjadi terhadap warga, korban juga kerap menganiaya keluarganya sendiri, sampai-sampai ibu dan ayah kandungnya sendiri pernah mengadukan korban ke Polres Aceh Utara karena tidak tahan sering dipukul. Bahkan korban kerap memukul ibu kandungnya sendiri. “Istrinya sendiri juga pernah mengadu ke Polsek, karena diniaya, namun korban tidak bisa ditangkap,” sebut Tarmizi. (anteroaceh/aradio)

Polisi Ciduk Tersangka Penembak Kombatan GAM

Aradio- Tim Opsnal Satuan Reskrim Polres Aceh Utara, berhasil meringkus tersangka AL (25) penembak kombatan GAM M.Yusuf (46) dengan menggunakan senapan angin di Simpang Lambaro Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar pada Kamis (3/3/22) sekira pukul 05.05 pagi.

Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal, S.I.K., M.M., melalui Kasat Reskrim Iptu Noca Tryananto, S. Tr. K., mengatakan, berdasarkan pengembangan kasus, tersangka AL (25) berhasil diciduk di Simpang Lambaro Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar yang hendak melakukan pelarian kembali dengan menaiki angkutan umum L-300.

Saat ini, pelaku beserta barang bukti berupa satu unit senapan angin yang digunakan untuk membunuh MY (korban) dan satu unit handphone merk OPPO A53 warna Hitam diamankan ke Polres Aceh Utara untuk dilakukan proses hukum.

Kepada pelaku akan dikenakan Pasal 340 Jo Pasal 338 Jo Pasal 354 KUHP tentang Tindak Pidana Pembunuhan.

“Motif pembunuhan dari pelaku sementara adalah dendam. Tidak ada kaitan dengan organisasi atau politik tertentu,” kata Kasat Reskrim, dalam keterangan tertulis kepada aspost.id. (aradio)



Kata Jokowi: Di Grup WhatsApp, Ada Aparat Kemukakan Sikap Penolakan IKN

Aradio- Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta institusi TNI-Polri mendisiplinkan anggotanya yang berani menolak pembangunan Otorita Ibu Kota Negara atau IKN. Jokowi mengatakan ada aparat yang berani mengemukakan sikap penolakan tersebut di grup WhatsApp.

“Enggak setuju IKN itu apa? Itu sudah diputuskan pemerintah dan disetujui DPR. Kalau di dalam disiplin TNI-Polri sudah tidak bisa diperdebatkan, apalagi di WhatsApp grup yang dibaca gampang,” kata Jokowi di Rapat Pimpinan TNI – Polri di Mabes TNI, Jakarta, Selasa, 1 Maret 2022.

Jokowi mengatakan kedisiplinan di institusi TNI – Polri berbeda dengan masyarakat sipil. Ia khawatir munculnya pembahasan penolakan IKN oleh aparat keamanan di grup WhatsApp bakal berbuntut panjang.

Jokowi pun memperingatkan soal aturan dalam TNI-Polri yang segala tindakan anggotanya merupakan sikap kesatuan. Ia juga memperingatkan soal pedoman dalam TNI-Polri yang memiliki kesetiaan tegak lurus terhadap pimpinannya.

“Sekali lagi di tentara, polisi, enggak bisa seperti itu, harus dikoordinir secara kesatuan,” kata Jokowi, seperti dilansir tempo.

Jokowi sebelumnya telah menandatangani UU Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN. Dengan adanya dasar aturan tersebut, saat ini proyek pembangunan Otorita IKN tinggal menunggu terbitnya Peraturan Presiden soal pemilihan Kepala Otorita IKN.

Namun, proyek ambisus Jokowi ini juga mendapat pertentangan dari berbagai pihak. Salah satunya karena proyek yang bakal menggunakan dana APBN itu dibangun di tengah massa pemulihan pandemi Covid-19. (tempo/aradio)

Sepuluh Pelanggar Prokes Ditegur Tim Gabungan

Aradio- Personel Lhokseumawe bersama tim gabungan menjaring dan menegur sepuluh pelanggar protokol kesehatan (prokes) pada Operasi Yustisi di depan terminal tipe A, Mon Geudong, Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Selasa (1/3/22).

“Sepuluh pelanggar prokes ini merupakan masyarakat pengguna jalan, tim gabungan hanya memberikan teguran lisan dan mengajak pelanggar supaya bersedia ikut program vaksinasi Nasional,” ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK MH melalui Kasi Humas Salman Alfarisi SH MH.

Kegiatan Operasi Yustisi yang melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP WH dan Petugas Dinas Perhubungan Lhokseumawe tersebut akan terus dilakukan, karena untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan prokes.

“Operasi Yustisi ini untuk mensosialisasikan dan mengimbau masyarakat supaya tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes), seperti memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Tujuannya, yaitu untuk mencegah dan mengantisipasi varian baru dari Covid-19, yaitu Omicron,” pungkas Kasi Humas.

Dalam kegiatan itu, selain mengimbau untuk memakai masker, tim gabungan juga membagikan masker kepada para pelanggar dan pengguna jalan lainnya. Kemudian, juga disosialisasikan tentang vaksinasi aman, halal dan bermanfaat untuk meningkatkan imun tubuh.

“Kami tetap mengimbau masyarakat yang berada atau memasuki wilayah hukum Polres Lhokseumawe supaya dapat mematuhi prokes, seperti menggunakan masker dalam setiap aktivitas,” pintanya.(aradio)